INOVASI KUDA MILENIUM (Kualitas Sediaan Darah Malaria Menuju Eliminasi Menoreh Tahun 2021)

INOVASI KUDA MILENIUM

(Kualitas Sediaan Darah Malaria Menuju Eliminasi Menoreh Tahun 2021)

Oleh Hadrotul Ma’wa, AMd

UPTD Puskesmas Kokap II

 A. LATAR BELAKANG

Eliminasi malaria adalah upaya untuk membebaskan masyarakat dari malaria, sesuai kesepakatan global pada sidang World Health Assembly (WHA) ke 60 di Genewa  tanggal 25 April 2007 dan kesepakatan regional Asia Pasific Malaria Elimination (APMEN) tahun 2014 bahwa eliminasi malaria selambat lambatnya dicapai pada tahun 2030.

Dengan dasar Peraturan Bupati Kulon Progo no 67 tahun 2013 tentang Eliminasi Malaria,  Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menargetkan tahun 2021 mencapai eliminasi. Kabupaten Kulon Progo merupakan daerah yang memiliki 12 kecamatan dimana kasus malaria masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Kulon Progo. Terdapat 134 kasus malaria pada tahun 2013 dengan API 0,28 0/00 , pada tahun 2014 terdapat 88 kasus malaria dengan API 0,20 0/00 , sedangkan pada tahun 2015 terdapat 122 kasus dengan API 0,29 0/00,   dan  pada tahun 2016 terdapat 92 kasus dengan API 0,220/00. Pada tahun 2017 terdapat 57 kasus dengan API 0,130/00 , Pada tahun 2018 terdapat 28 kasus dengan API 0,06 0/00

Pembuatan sediaan darah digunakan untuk identifikasi dan melihat karakteristik morfologi Plaamodium sp. Dengan jumlah Juru Malaria Desa (JMD) sebanyak 18 orang yang bekerja di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kokap II sangat mendukung program pengendalian malaria terutama penemuan secara dini penderita malaria secara aktif (Active Case Detection) melalui kunjungan rumah dengan melakukan  pengambilan darah dan pembuatan sediaan darah malaria. Penemuan kasus penderita malaria juga bisa dilakukan secara pasif dimana penderita berkunjung ke UPTD Puskesmas Kokap II (Passive Case Detection.

B. DEFINISI

Kuda Milenium adalah singkatan dari kualitas sediaan darah malaria menuju eliminasi menoreh tahun 2021, merupakan kegiatan penilaian kualitas sediaan darah malaria yang dibuat oleh Juru Malaria Desa (JMD) baik dari sediaan darah tebal dan sediaan darah tipis dengan kriteria penilaian kualitas sediaan darah standar agar senatiasa menjaga mutu hasil pemeriksaan penunjang malaria, kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi dan ditindak lanjuti dengan kegiatan bimbingan dan pelatihan JMD.

 C. TUJUAN

  1. Tujuan Umum
    • Meningkatkan peran petugas laboratorium dalam mendukung penegakan diagnosis malaria.
  2. Tujuan Khusus :
    1. Meningkatkan ketrampilan JMD dalam pembuatan sediaan darah malaria.
    2. Meningkatkan capaian strategi 1 (penegakkan diagnosis) melalui peningkatan kualitas sediaan darah malaria.
    3. Meningkatkan akurasi (ketepatan) hasil  pemeriksaan sediaan darah malaria.

 D. SASARAN

Semua JMD yang bertugas diwilayah kerja UPTD Puskesmas Kokap II berjumlah 18 orang.

 E. RUANG LINGKUP

Strategi pelaksanaan kegiatan inovasi yang dilakukan meliputi :

  1. Penilaian kualitas sediaan darah malaria. Dilakukan pada saat JMD mengantar sediaan darah malaria ke laboratorium.
  2. Monitoring dan evaluasi dari rekap hasil penilaian kualitas sediaan darah malaria setiap 3 bulan.
  3. Bimbingan dan latihan / refreshing JMD dengan materi pengambilan dan pembuatan sediaan malaria standar dengan kriteria /penilaian sediaan darah tebal dan sediaan tipis yang memenuhi standar persyaratan.
    1. Syarat sediaan tebal, meliputi :
      • Diameter sediaan ± 1 cm
      • Sediaan tidak terlalu tebal/ ketebalan: tulisan dapat dilihat diatas kertas.
      • Sediaan tidak berlemak/ kotor
      • Sediaan tidak terkelupas/ dimakan serangga
    2. Syarat sediaan tipis, meliputi :
      • Bagian ujung sediaan berbentuk lidah
      • Sediaan tidak berlemak/kotor
      • Sediaan tidak terkelupas/dimakan serangga
  1. Bimbingan dan latihan dilakukan dengan pendampingan kelompok dan pendampingan personal bagi JMD yang dalam pembuatan kualitas sediaan darah malaria
  2. Kegiatan uji validitas dalam rangka menilai kemampuan setiap petugas JMD dalam praktek pengambilan darah dan pembuatan sediaan darah malaria dan menilai ketepatan /akurasi hasil pemeriksaan diagnosis malaria, kegiatan ini dilakukan bersama dengan petugas laboratorium mengambil sampel darah pada pasien yang sama dan waktu yang sama.

F. MANFAAT UTAMA INOVASI

  1. Petugas laboratorium lebih cepat dan lebih mudah dalam melakukan pemeriksaan malaria melalui peningkatan kualitas sediaan darah malaria.
  2. Meningkatnya ketrampilan JMD dalam pembuatan sediaan darah malaria.
  3. Meningkatnya akurasi (ketepatan) hasil pemeriksaan sediaan darah malaria dengan kroscek ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan uji validitas dengan membandingkan hasil pemeriksaan sediaan darah malaria yang diambil oleh JMD dan petugas laboratorium pada pasien yang sama.

G. KAJIAN INOVASI KUDA MILENIUM

Kecamatan Kokap adalah salah satu wilayah Kulon Progo yang berada diperbukitan menoreh, wilayah geografis yang berbatasan dengan daerah endemis malaria juga, yang menjadi kantong kasus malaria. Geografi dan topografi UPTD Puskesmas  Kokap II berada di Pedukuhan Segajih Desa Hargotirto Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Wilayah kerja puskesmas sebagian besar berada di Perbukitan Menoreh dengan ketinggian 100-600 m DPL.Luas wilayah kerja UPTD Puskesmas Kokap II meliputi 2 (dua) desa yaitu Hargotirto dan Hargowilis, terdiri dari 89,70% pegunungan dan 10,30% lembah. Desa Hargotirto seluas 1.471.337 Ha dan Hargowilis seluas 1.543.869 Ha. UPTD Puskesmas Kokap II merupakan satu diantara 21 puskesmas di wilayah Kabupaten Kulon Progo yang berkarakteristik  yaitu di wilayah endemis malaria.

Wilayah Kerja  UPTD Puskesmas Kokap II dibatasi oleh :

  • Utara : Kec. Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo
  • Timur : Kec. Pengasih, Kabupaten  Kulon Progo
  • Selatan : Desa Hargorejo dan Kalirejo (wilayah kerja UPTD Puskesmas Kokap I)
  • Barat : Kec. Bagelen, Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah

Dalam program pengendalian malaria, petugas mikroskopis berperan besar dalam penegakkan diagnosis malaria (strategi 1) melalui pemeriksaan sediaan darah malaria secara mikroskopis yang merupakan gold standar dalam penegakkan diagnosis malaria.

Faktor utama penentu ketepatan diagnosis malaria antara lain : kualitas sediaan darah, kompetensi petugas mikroskopis, dan kualitas mikroskop. Faktor yang berpengaruh pada kualitas sediaan darah antara lain : pembuatan sediaan apus darah, kualitas bahan dan reagen, serta cara pewarnaan. Faktor lain yang berpengaruh pada kualitas mikroskop antara lain: pemeriksaan mikroskopik menggunakan jenis mikroskop dengan penyinaran yang tidak optimal, pembesaran yang kurang, dan mikroskop yang kotor/rusak/tidak terpelihara.

Pengambilan dan pembuatan sediaan darah malaria yang berkualitas sangat menentukan  ketepatan diagnosis malaria.  Pembuatan sediaan darah digunakan untuk identifikasi dan melihat karakteristik morfologi Plasmodium sp. Sediaan darah malaria terdiri dari sediaan tetes tebal dan sediaan apus tipis.

Kualitas sediaan darah malaria yang memenuhi syarat antara lain secara  Makroskopis : Sediaan tetes tebal berdiameter ± 1 cm, ketebalan apabila tulisan dapat dilihat diatas kertas dan tidak terfiksasi. Untuk sediaan darah tipis adalah 1 cm dari ujung sediaan darah tipis berbentuk lidah. Secara mikroskopis sediaan yang baik adalah pada tetes tebal volume darah 6 ul atau untuk menilai sediaan darah negative minimal dapat dilihat 100 LPB atau setara 3000-4000 lekosit. Ketebalan dikatakan baik jika jumlah lekosit 15-20 /LPB. Dikatakan  terlalu tebal jika jumlah lekosit>20/LPB dan terlalu tipis jika jumlah lekosit <15 LPB. Selain itu sediaan darah malaria tidak berlemak/kotor atau terkelupas dan termakan serangga.

Dengan jumlah Juru Malaria Desa (JMD) sebanyak 18 orang yang bekerja di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kokap II sangat mendukung program pengendalian malaria terutama penemuan secara dini penderita malaria secara aktif (Active Case Detection) melalui kunjungan rumah dengan melakukan  pengambilan darah dan pembuatan sediaan darah malaria. Penemuan kasus penderita malaria juga bisa dilakukan secara pasif dimana penderita berkunjung ke UPTD Puskesmas Kokap II (Passive Case Detection).

Pembuatan sediaan darah malaria oleh JMD terdiri dari sediaan darah tetes tebal dan sediaan darah tipis. Pembuatan sediaan darah malaria yang dibuat harus memenuhi syarat sediaaan darah standar yang sudah ditentukan dari Kemenkes RI. Sediaan darah tebal digunakan untuk mengetahui ada tidaknya parasite Plasmodium  penyebab malaria dan sediaan darah tipis digunakan untuk konfirmasi spesies jenis Plasmodium yang ditemukan pada sediaan tetes tebal.

Petugas laboratorium berperan dalam memantau dan mengevaluasi pembuatan sediaan darah malaria yang dibuat oleh JMD agar sediaan darah yang dibuat memenuhi persyaratan sediaan darah malaria yang berkualitas.

Kualitas sediaan darah malaria dari JMD pada tahun 2015 untuk sediaan tebal yang memenuhi syarat 45, 30 %,yang tidak memenuhi syarat 54,70 %.Pada tahun 2016 sediaan darah yang memenuhi syarat, sediaan tebal 44,69 % yang tidak memenuhi  syarat 55,31 %. Sediaa tipis yang memenuhi syarat pada tahun 2015 adalah 25,60% dan yang tidak memenuhi syarat 74,4 %. Sediaan tipis yang memenuhi syarat pada tahun 2016 adalah 25,19 % dan yang tidak memenuhi syarat 74,81 %.

Beberapa  hal yang menjadi penyebab permasalahan dari pembuatan sediaan darah oleh petugas  JMD antara lain :

  1. Pada sediaan darah tebal masih ada yang tidak memenuhi syarat dikarenakan diameter sediaan < 1 cm.
  2. Pada sediaan darah tipis ada yang tidak memenuhi syarat dikarenakan pada bagian ujung sediaan tidak berbentuk lidah, tidak ada bagian yang tipis diujung sediaan sehingga bila dilihat secara mikroskopis akan terlihat eritrosit bertumpuk-tumpuk tidak terpisah dan bisa menutupi parasite pada eritrosit.
  3. Sediaan ada yang terkelupas/dimakan serangga dan sediaan ada yang berlemak/kotor,
  4. Belum ada bimbingan dan pelatihan dari petugas laboratorium dalam pembuatan sediaan darah yang baik, terutama JMD yang masih baru sehingga belum begitu terampil.

Pembuatan sediaan darah yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan terjadinya kesalahan diagnosis malaria oleh petugas laboratorium. Akibat dari kualitas sediaan darah malaria yang buruk memperpanjang masa pembacaan sediaan darah malaria, misal satu sediaan cukup 5 menit dalam 100 lp menjadi > 5 menit untuk menghindari ketidak akuratan hasil diagnosis (negatif palsu/positip palsu)

Dalam rangka meningkatkan kualitas sediaan darah yang baik, petugas laboratorium berperan dalam membimbing dan melatih  JMD agar sediaan darah yang dibuat memenuhi persyaratan standar sediaan darah yang sudah ditetapkan Kemenkes RI, dan dari sediaan darah malaria yang dikirim ke petugas laboratorium dapat diperiksa dengan akurat dan tepat hasil pemeriksaannya. Petugas laboratorium  berperan dalam evaluasi kegiatan pembuatan sediaan darah malaria oleh JMD agar semakin meningkat kualitasnya dan meminimalisir kesalahan diagnosis.

 H. HASIL KEGIATAN KUDA MILENIUM

Hasil kegiatan kuda milenium adalah

  1. Peningkatan kualitas sediaan darah malaria dari JMD yang memenuhi syarat sebelum  inovasi tahun 2015  – 2016 dan setelah inovasi  tahun  2017 – 2018 dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Grafik 1. Peningkatan Kualitas Sediaan Tebal Tahun 2015 s.d. 2018

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan kualitas kriteria sediaan tebal setelah inovasi kuda millennium. (Tahun 2017 – 2018)

Grafik 2. Peningkatan Kualitas Sediaan Tipis Tahun 2015 s.d. 2018

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan kualitas  kriteria sediaan tebal setelah inovasi  kuda milenium.(Tahun 2017 – 2018)

 

  1. Peningkatan akurasi /ketepatan penegakkan diagnosis sediaan darah malaria.

Dengan tidak adanya perbedaan hasil pemeriksaan malaria antara krosceker Dinas Kesehatan dan petugas laboratorium menunjukkan bahwa pemeriksaan sediaan darah malaria dilakukan secara akurat. Dan kegiatan uji validitas pembuatan sediaan darah malaria antara petugas laboratorium dan JMD tidak ada perbedan hasil pemeriksaan.

I. KESIMPULAN

Kegiatan Kuda Milenium (kualitas sediaan darah malaria menuju eliminasi menoreh tahun 2021) antara lain :

  1. Meningkatkan peran petugas laboratorium dalam mendukung  penegakkan diagnosis malaria.
  2. Meningkatkan ketrampilan JMD dalam pembuatan sediaan darah malaria.
  3. Meningkatkan capaian strategi 1 (penegakkan diagnosis) melalui peningkatan kualitas sediaan darah malaria.
  4. Meningkatkan akurasi (ketepatan) hasil  pemeriksaan sediaan darah malaria.

 

Dokumentasi Kegiatan Inovasi Kuda Milenium :

1.Kegiatan bimbingan dan latihan bersama JMD

2.Kegiatan uji validitas hasil pemeriksaan malaria JMD

3.Kegiatan pendampingan personal JMD

4.Kegiatan pengambilan sediaan darah malaria aktif oleh JMD (ACD) melalui kunjungan rumah

 

 

Hits: 232

4 Comments:

  1. Terrific article! That is the type of information that are meant to be shared around the net.
    Disgrace on Google for no longer positioning this submit higher!
    Come on over and seek advice from my web site . Thank you =)

  2. I read this article completely on the topic of the resemblance of most up-to-date and previous technologies, it’s remarkable article.

  3. This design is incredible! You most certainly know how to keep a reader amused.
    Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well,
    almost…HaHa!) Fantastic job. I really loved what you
    had to say, and more than that, how you presented it. Too cool!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *